Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Jumat (29/8/2025). Acara ini merupakan rangkaian terakhir dari program pengembangan desa B2SA yang digelar di lima kecamatan, dan diikuti oleh 50 anggota Tim Penggerak PKK Desa Ngadiboyo.
Bimtek B2SA bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengolahan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, serta aman, sekaligus meningkatkan akses pemenuhan gizi melalui pemanfaatan pekarangan. Kepala DKPP Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi pengembangan desa B2SA berbasis sumber daya lokal, bimbingan teknis pengolahan pangan, dan sosialisasi konsumsi pangan B2SA. Pada program ini, setiap anggota PKK desa menerima bibit tanaman serta 40 polybag atau setara dengan luasan 15 m?2; untuk ditanam di pekarangan. Selain itu, peserta juga memperoleh bantuan sarana pengolahan pangan, seperti kompor gas, tabung LPG, blender, serta perlengkapan memasak lainnya. Sosialisasi konsumsi pangan B2SA sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Sonobekel, Katerban, Losari, Ngepeh, dan kini ditutup di Desa Ngadiboyo.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Antusiasme masyarakat terlihat dari cepat habisnya produk pangan seperti beras, gula, minyak, dan telur yang dijual di bawah harga pasar.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhen, dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan pola konsumsi B2SA di keluarga, khususnya bagi ibu dan anak. Ia menegaskan bahwa kesehatan anak sangat ditentukan oleh asupan gizi yang diberikan ibu, sehingga makanan yang dikonsumsi harus beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Beberapa pesan yang disampaikan Yuni antara lain: pentingnya pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayur bebas bahan kimia, kewaspadaan terhadap bahaya pestisida pada sayuran di pasaran, serta edukasi tentang pangan aman dan olahan ikan agar lebih disukai anak-anak. Ia juga mendorong inovasi dalam mengolah pangan lokal, misalnya mengubah tahu menjadi dimsum atau membuat stik tempe. Ke depan, hasil inovasi tersebut akan dikompilasi menjadi buku resep B2SA berbahan lokal murah dan sehat.
Selain itu, Yuni menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga, termasuk membiasakan anak membawa bekal dari rumah untuk menghindari makanan luar yang tidak terjamin kualitasnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar membuat sendiri makanan olahan anak seperti sosis atau nugget, demi menjaga kualitas gizi sekaligus kebersihan.